Rabu, 08 Februari 2012

mengimpikan sebuah mobil sport

Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda,sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford.
Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.
Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci ! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas.
Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan kitab suci ini untukku ? ” Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri.
Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya.
Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini”
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci itu. Dia memungutnya,…. sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir kitab suci itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.
Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga.
Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati….

Minggu, 05 Februari 2012

anak kecil dan uang

seorang anak kecil di beri uang sepuluh ribuan kemudian di suruh untuk merobeknya.dengan polos dan lugu ia pun merobeknya karna tidak tau harga uang itu.kemudian si ayah anak tadi menyuruh si anak kecil itu berdagang es bonbon dengan perjanjian sebagai berikut "jika engkau mendapatka uang dan hasil uang penjualan es silahkan ambil untuk kamu.

singkat cerita si anak kecil tadi pergi berdagang es keliling kampung.keringat bercucuran di sekujur tubuhnya.ia berjualan es dan pergi hingga sore hari.alkisah semua esnya laris terjual.setelah masuk waktu sore hari ia pun menjumpai ayahnya dan dengan penuh kebanggaan memperlihatkan uang sepuluh ribu hasil ia berjualan es tersebut.si ayah menyuruh si anak itu merobek uang itu .kontan si anak menolak dan bahkan marah kepeda ayah,mengapa demikian?

Agama itu butuh pengorbanan.Dengan pengorbanan maka seseorang akan merasa memiliki agama.karna uang yang di berikan si ayah di dapat oleh si anak tampa usaha (pengorbanan) maka ketika di sobek pun si anak tidak marah.tetapi ketika uang itu di dapat dan hasil pengorbanan, susah payah dan keringat si anak kecil tadi menjual es bonbon,maka ketika ada yang merobek si anak itu marah.

hari ini agama yang di anut oleh umat pada umumnya adalah Islam warisan orang tua(nenek moyang) mereka. sehingga karna di dapatkan secara gratis tampa pengorbanan sewaktu agama sedang di ganggu oleh kekuatan kafir yang mungkar dan zhalim,ummat tenang-tenang saja. ketika masyarakat islam berganti wajah dan baju mengikuti tren saat ini pun ummat islam hanya diam saja.bahkan saat harga diri ummat islam di injak-injak kekuatan bathil melalui gerakan pemurtadan massal ummat islam hanya cuek dan berpangku tangan.

seandainya proses mendapatkan dienul Islam ini di peroleh dengan pengorbanan diri dan harta,memelui perjuangan lahir batin dan susah payah hingga merelakan nyawa,maka kewibawaan dan kemuliaan Islam akan terjaga.Sekali waktu ada yang mencoba mengusik Agama apalagi bermaksud menggangunya maka spontan ummat Islam akan bergerak membelanya.