Jawaban Terbaik - yang aku pilih
Jaga Kualitas
ASI hendaknya diberikan eksklusif selama empat bulan atau enam bulan pertama kehidupan anak, sebelum makanan tambahan diperkenalkan. Berikut beberapa cara agar ibu sukses menyusui anak atau menjaga kualitas ASI, setidaknya sampai si anak berumur dua tahun.
* Rawatlah payudara sejak masa kehamilan dengan massage secara teratur, kemudian disiram air dingin dan hangat secara bergantian, kemudian tarik-tarik puting agar nantinya si anak tidak kesulitan mengisapnya.
* Makanlah makanan bergizi seperti sayur, buah, tempe, tahu, dan sumber protein lainnya, serta minumlah banyak air putih. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi si anak karena apa yang dikonsumsi ibu, itulah yang akan terkandung dalam ASI.
* Tundalah untuk melakukan diet ketat untuk melangsingkan tubuh. Tubuh ibu dapat "menunggu" untuk dilangsingkan, tapi tumbuh kembang anak justru tidak. Anak tentu tidak dapat "menunggu" perolehan ASI yang diberikan ibunya.
* Berikan ASI kapan saja jika si anak menginginkannya. Makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI yang diproduksi dalam payudara.
* Jaga kesehatan dan hindari stres. Dalam keadaan tidak sehat tentu seorang ibu tidak baik menyusui anak. Stres akan mempengaruhi produksi ASI.
Memberikan ASI bagi anak adalah persembahan termulia seorang ibu. Jadi, kenapa ibu harus memberikan susu sapi kepada si buah hati yang ibu lahirkan sendiri? Bukankah ASI sangat menguntungkan bagi anak, ibu, dan juga kantong keluarga?
ASI hendaknya diberikan eksklusif selama empat bulan atau enam bulan pertama kehidupan anak, sebelum makanan tambahan diperkenalkan. Berikut beberapa cara agar ibu sukses menyusui anak atau menjaga kualitas ASI, setidaknya sampai si anak berumur dua tahun.
* Rawatlah payudara sejak masa kehamilan dengan massage secara teratur, kemudian disiram air dingin dan hangat secara bergantian, kemudian tarik-tarik puting agar nantinya si anak tidak kesulitan mengisapnya.
* Makanlah makanan bergizi seperti sayur, buah, tempe, tahu, dan sumber protein lainnya, serta minumlah banyak air putih. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi si anak karena apa yang dikonsumsi ibu, itulah yang akan terkandung dalam ASI.
* Tundalah untuk melakukan diet ketat untuk melangsingkan tubuh. Tubuh ibu dapat "menunggu" untuk dilangsingkan, tapi tumbuh kembang anak justru tidak. Anak tentu tidak dapat "menunggu" perolehan ASI yang diberikan ibunya.
* Berikan ASI kapan saja jika si anak menginginkannya. Makin sering ASI diberikan, makin banyak pula ASI yang diproduksi dalam payudara.
* Jaga kesehatan dan hindari stres. Dalam keadaan tidak sehat tentu seorang ibu tidak baik menyusui anak. Stres akan mempengaruhi produksi ASI.
Memberikan ASI bagi anak adalah persembahan termulia seorang ibu. Jadi, kenapa ibu harus memberikan susu sapi kepada si buah hati yang ibu lahirkan sendiri? Bukankah ASI sangat menguntungkan bagi anak, ibu, dan juga kantong keluarga?




